Sahabat....




Allah Yang Maha Berkuasa telah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka lebih kenal mengenali antara satu sama lain. Sudah menjadi fitrah alam, manusia tidak hidup sendirian. Mereka dikelilingi oleh keluarga, tetangga dan sahabat dan handai taulan dalam memudahkan mereka melaksanakan segala tugas dan tanggungjawab yang diamanahkan.

Persahabatan yang menyebabkan tercetusnya rasa kasih sayang sesama manusia amat dituntut dalam Islam. Sebagaimana firman Allah yang bermaksud :
" Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,..."(QS.Ali Imran:103)

Islam telah menggariskan seseorang yang bersahabat dengan seseorang yang lain adalah karena beberapa tujuan tertentu. Diantara tujuan-tujuan tersebut ialah :

a. Seseorang yang bersahabat kerana zat sahabatnya misalnya cantik . Persahabatan ini tidak akan menguntungkan dalam pembentukan pribadi karena cantik merupakan suatu yang baru dan akan berubah mengikut peredaran masa.

b. Seseorang yang bersahabat karena kepentingan di dunia.Persahabatan dalam kategori ini akan bersahabat semata-mata untuk mendapat nikmat keduniaan seperti kekayaan dan pangkat .

c. Seseorang yang bersahabat karena kepentingan di akhirat. Persahabatan ini adalah untuk akhirat seperti bersahabat dengan orang yang berilmu untuk mendapatkan ilmunya supaya mudah beribadat kepada Allah dan mengikuti segala suruhan-Nya. Golongan ini akan mendapat keuntungan di dalam hidupnya dan golongan ini diibaratkan seperti orang yang menghadiri majlis ilmu. Walaupun tidak mendapatkan keseluruhan ilmunya tetapi sedikit ilmu yang didapatinya sudah mampu untuk dijadikan panduan hidupnya.

d. Seseorang yang bersahabat karena Allah. Allah telah memerintahkan supaya di antara hamba-hambaNya hendaklah ada yang kasih mengasihi seperti dia mengasihi dirinya sendiri. Golongan ini adalah golongan yang terbaik dan sentiasa hampir dengan Allah. Bertepatan dengan sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud :
"Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah di akhirat kelak yaitu :

1. Pemerintah yang adil.
2. Orang muda yang sentiasa beribadat kepada Allah.
3. Seorang lelaki yang hatinya sentiasa tergantung dengan masjid.
4. Dua orang yang bersahabat dan berbuat kebajikan karena Allah.
5. Orang yang ingat kepada Allah di waktu sunyi hingga mengalir air matanya.
6. Lelaki yang menolak ajakan perempuan yang mempunyai kedudukan dan kecantikan untuk melakukan maksiat.
7. Lelaki yang bersedekah dengan tidak menceritakannya kepada orang lain.

Dan dalam memilih sahabat, Islam telah menggariskan beberapa syarat yang perlu karena seseorang itu akan dinilai melalui siapakah sahabatnya. Seterusnya sahabatnya dapat menjadi cermin bagi dirinya dan begitulah sebaliknya. Untuk mencari sahabat yang dapat menjamin kehidupan yang lebih bermakna, ikutilah syarat-syaratnya berikut :

a. Hendaklah bersahabat dengan orang yang berakal kerana bersahabat dengan orang yang jahil atau kurang akal akan menjerumuskan diri kearah keburukan seperti seseorang yang sabar akan menjadi cepat marah dsb.

b. Hendaklah bersahabat dengan orang yang berakhlak mulia kerana sahabat yang berakhlak mulia akan menyelamatkan diri kita sebagaimana pesan Alqamah kepada anaknya: "Jika engkau ingin bersahabat, carilah sahabat yang boleh membantu di waktu kesusahan, yang boleh menyembunyikan keaiban dan kesalahan yang dilakukan, yang menolong di waktu kesempitan, yang akan membalas kebaikanmu dengan kebaikan juga, yang membenarkan katamu selagi engkau berkata benar . Dan karena jugalah Jaafar As-Siddiq r.a berkata : "Janganlah engkau bersahabat dengan orang yang banyak berdusta, orang yang kurang akal, orang yang penakut serta orang yang fasik.

c. Hendaklah bersahabat dengan orang yang baik hati dan beragama yaitu tidak melakukan dosa besar dan tidak berterusan melakukan dosa kecil. Bersahabat dengan orang yang fasik karena akan menyebabkan seseorang itu akan meringankan perbuatan maksiat dan tidak berusaha mencegah perbuatan tersebut apabila berlaku di dalam masyarakat.

d. Hendaklah bersahabat dengan Ahli Sunnah Wal Jamaah. Dilarang bersahabat dengan ahli bid`ah seperti ahli Muktazilah karena ia merusakkan agama, sedangkan berpegang kepada ajaran agama adalah satu kemestian.

e. Hendaklah bersahabat dengan orang yang tidak condong kepada kemewahan dunia yang berlebih-lebihan (zuhud). Bersahabat dengan orang yang hanya memikirkan dunia akan menyebabkan kita melupakan agama dan kehidupan akan datang di akhirat kelak. Akhirnya akan memberi kemuliaan di dunia yang tiada kesinambungannya dengan akhirat.

f. Hendaklah bersahabat dengan orang yang benar, cerdik, amanah dan banyak berzikir kepada Allah.


Bersahabat pun memiliki nilai-nilai hak, antara lain:

a. Seseorang yang menjalinkan persahabatan hendaklah saling mengutamakan kepentingan sahabatnya dengan harta, tenaga, kepandaian dan sebagainya disamping memenuhi keperluan masing-masing tanpa diminta.

b. Teguh menyimpan rahsia dan keaiban sahabatnya di depan atau di belakangnya.


Previous
Next Post »